Senin, 22 Oktober 2018

PERTANYAAN PERTANYAAN TENTANG HISTORIA PENDIDIKAN INDONESIA

Beberapa Pertanyaan yang akan kami bahas pada makalah ini, ialah :

1.  APA YANG DIMAKSUD DENGAN PENJAJAHAN DI BIDANG EKONOMI DAN SOSIAL? BERIKAN CONTOH ORGANISASI DI BIDANG EKONOMI DAN SOSIAL YANG ADA PADA MASA PERGERAKAN NASIONAL.

Jawab :

Penjajah adalah kelompok/bangsa/Negara yang memperlakukan suatu kelompok bangsa atau negara seperti memeras harta, sumber daya alam, sumber daya manusia, membuat pengertian HAM hilang, dan tentu saja melakukan tindakan-tindakan kekerasan pada kelompok/bangsa/negara yang dijajah. Jadi dapat disimpulan bahwa penjajahan di bidang Ekonomi dan Sosial adalah suatu bentuk perlakuan yang bersifat memeras dan menekan bahkan merampas segala sesuatu yang berhubungan denga masalah Ekonomi dan Sosial.

Beberapa organisasi Ekonomi dan Sosial yang terbentuk pada Masa/Era Pergerakan Nasional adalah :
Organisasi Ekonomi

1. SAREKAT ISLAM
Pada mulanya Sarekat Islam adalah sebuah perkumpulan para pedagang yang bernama Sarekat Dagang Islam (SDI). Pada tahun 1911, SDI didirikan di kota Solo oleh H. Samanhudi sebagai suatu koperasi pedagang batik Jawa.


Organisasi Sosial

Dalam hal ini, organisasi sosial bergerak dibidang politik dan juga Pendidikan. Adapun organisasinya ialah :

1. Organisasi Pemuda dan Wanita
2. Gabungan Politik Indonesia (Gapi)
3. Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo)
4. Partai Indonesia Raya (Parindra)
5. Partai Indonesia (Partindo)
6. Permufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia  (PPPKI)
7. Partai Komunis Indonesia (PKI)
8. Perhimpunan Indonesia
9. Indische Partij (IP)
10. Budi Utomo (BU)


2.  KENAPA JEPANG MASIH TETAP MEMPERLAKUKAN KEKERASA KEPADA INDONESIA, SETELAH DIA MEMBERIKAN PENDIDIKAN KEPADA MASYARAKAT INDONESIA?

Jawab :

Menurut hasil diskusi kelompok kami. Alasan yang paling logis kenapa pada saat itu Jepang tetap memperlakukan kekerasan kepada masyarakat Indonesia, ialah karena posisi Jepang pada saat itu adalah seorang PENJAJAH, yang kita ketahui selama ini bahwa Penjajahan adalah sifat yang sama saja dengan tidak memperlakukan HAM. Dari sejarah yang kita pelajari dan kita baca pun sudah tertera kalimat-kalimat seperti PERLAWANAN, PEMBERONTAKAN, atau bahkan PERTEMPURAN, yang dilakukan MASYARAKAT INDONESIA terhadap PENJAJAH. Yang dalam hal ini bukan hanya berlaku pada saat penjajahan Jepang, akan tetapi sudah terlaksana pada saat penjajahan sebelum Jepang.
Jika saja pada saat itu Jepang memperlakukan masyarakat Indonesia yang notabennya adalah Jajahannya sendiri dengan amat sangat baik, terlebih setelah diberikannya pendidikan bagi setiap lapisan masyarakat di Indonesia. Sudah dapat dipastikan pada saat itu juga Masyarakat Indonesia dan para pahlawan lainnya akan dengan mudah untuk menjatuhkan Penjajahan Jepang. Disini kita harus kembali melihat apa tujuan utama Jepang memberikan pendidikan terhadap masyarakat Indonesia? Adalah untuk kepentingan mereka sendiri. Mereka melatih dan mendidik kita agar kita berpartisipasi dan bergabung atau bahkan membantu mereka dalam hal Industri.
Jadi kenapa mereka tetap memperlakukan kekerasan tersebut? Karna mereka tidak mau masyarakat dan tokoh pahlawan kita dengan mudahnya menjatuhkan mereka. Jika dalam keadaan tersiksa atau mendapatkan kekerasan saja masyarakat Indonesia masih bisa melakukan permberontakan, bagaimana lagi jika pada saat itu kita tidak diperlakukan dengan kekerasan? Sudah pasti Jepang akan kalah sebelum waktunya.
Mereka menjajah Indonesia denga tujuan untuk dapat menguasai baik secara wilayah maupun juga masyarakat Indonesia. Memberikan pendidikan merupakan salah satu bekal pelatihan juga sebagai bentuk propoganda mereka agar kita dapat membantu mereka mewujudkan impiannya. Akan tetapi, penjajah tetaplah penjajah, yang memperlakukan masyarakat kita dengan kekerasan agar kita tidak dapat melawan kekuasaan mereka.

3. APA TUJUAN JEPANG MENJAJAH INDONESIA

Jawab :

1. Karena Jepang mengelola, memanfaatkan dan menguasai segala kekayaan alam yang ada di Infdionesia seperti hasil minyak bumi, hasil rempah rempah dan lain lain yang hanya diperuntukkan untuk kepentingan industri dan perekonomian negara Jepang.
2. Pihak Jepang mengetahui bahwa jumlah penduduk di Indonesia sangat majemuk maka dimanfaatkan sebagai wilayah untuk jalur pemasaran barang dan jasa serta perdagangan aktif hasil industri negara Jepang.
3. Karena Jepang mengetahui saat itu penduduk Indonesia masih sedikit yang berpendidikan tinggi dan kritis tentang ketidak adilan yang dilakukan bangsa Jepang. Karena warga Indonesia masih banyak yang hidup berada pada garis kemiskinan dan kebodohan maka pihak jepang sangat mudah mempengaruhi mereka untuk memperkerjakan mereka sebagai buruh dengan upah yang sangat rendah.
4. Sebagai tenaga persiapan perang Asia Timur Raya atau Perang Pasifik
  Sebelum meletusnya Perang Asia Timur Raya, Jepang memetakan wilayah Asia Tenggara menjadi 2 bagian, yaitu :
1.  Wilayah A, yaitu beberapa koloni Inggris, Belanda dan Amerika Serikat yang meliputi wilayah ; Semenanjung Melayu, Kalimantan Utrara, Philipina dan Indonesia
2.  Wilayah B, yaitu koloni Perancis yang meliputi Vietnam, Laos dan kamboja
Jepang menguasai kawasan Asia Tenggara, khususnya wilayah A dengan tujuan ; menjadikan kawasan Aasia Tenggara sebagai sumber bahan mentah bagi industri perang dan pertahanannya. Jepang juga berusaha memotong garis perbekalan musuh yang berada di wilayah ini.
        Jepang memperoleh kemenangan mudah untuk menduduki Indonesia yang dikuasai Belanda pada bulan Januari 1942. Dimulai dari wilayah Tarakan (Kalimantan Timur) sebagai penghasil minyak bumi terbesar di Indonesia, berturut-turut kemudian wilayah Balikpapan, Ambon,Kendari, Pontianak dapat dikuasai pada bulan yang sama. Pada bulan Pebruari 1942 Jepang berhasil menguasai Palembang.
        Untuk menguasai Indonesia, Jepang menggunakan 2 jalur, yaitu :
1    Lewat Philipina ; Tarakan, Balikpapan, Bali, Rembang Indramayu
2.  Lewat Semenanjung Melayu ; Palembang, Pontianak, Tanjung Priok
        Pada tanggal 5 Maret 1942 tentara Jepang berhasil menguasai Batavia. Karena semakin terdesak serta tidak adanya bantuan dari Amerika Serikat akhirnya Belanda terpaksa harus menyerah tanpa syarat kepada Jepang melalui Perjanjian Kalijati (Subang Jawa barat) pada tanggal 8 Maret 1942. Perjanjian ini ditandatangani oaleh Jenderal Teerporten selaku wakil Gubernur Jenderal Hindia Belanda di Indonesia (Tjarda Van Stackenborg Stackhouwer) dengan Jenderal Immamura sebagai Pimpinan bala tentara Jepang di Indonesia
        Setelah berhasil menguasai Indonesia Indonesia, pemerintah bala tentara Jepang membagi Indonesia menjadi 3 bagian, yaitu :
1.  Wilayah I,       : terdiri atas Jawa dan Madura serta diperintah oleh Tentara Keenambelas Rikugun (Angkatan Darat) yang berpusat di Jakarta
2.  Wilayah II,     : terdiri atas ; Sumatera dan diperintah oleh Tentara Keduapuluhlima Rikugun dengan markas di Bukit Tinggi (Sumatera Barat)
3.  Wilayah III, : terdiri atas ; Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali dan Nusa Tenggara, diperintah oleh Armada Selatan kedua Kaigun (Angkatan Laut) yang berpusat di Maka

4.  APA DAMPAK YANG TERJADI DARI PERANG RUSIA DENGAN JEPANG

Jawab :

Latar Belakang terjadinya Perang Rusia Jepang
Pada awal abad ke-20, Rusia sudah menjadi kekuatan dunia yang diperhitungkan dengan wilayah yang luas di Eropa Timur dan Asia Tengah. Di lain pihak, Jepang dipandang sebagai kekuatan Asia yang tengah naik daun berkat Restorasi Meiji. Pada tahun 1904, Kekaisaran Rusia, yang diperintah oleh Tsar Nicholas II yang otokratik dipandang sebagai salah satu kekuatan teritorial terluas di dunia.

Di tahun tersebut pusat pengiriman Siberia dari Vladivostok terpaksa ditutup selama berbulan-bulan akibat musim dingin. Oleh sebab itu, kekaisaran membutuhkan pelabuhan air hangat di Samudera Pasifik, baik untuk tujuan perdagangan maupun pangkalan untuk angkatan lautnya yang sedang tumbuh. Untuk mengatasi masalah itu, Tsar Nicholas mengarahkan perhatiannya pada semenanjung Korea dan Liaodong China. Kekaisaran Rusia telah menyewa pelabuhan di Semenanjung Liaodong dari Cina yang dikenal dengan nama Port Arthur, tetapi mereka ingin memiliki basis operasi yang kuat di bawah kendalinya.
Sementara itu, Jepang telah menaruh perhatian khusus terhadap pengaruh Rusia di wilayah Asia Timur sejak Perang Sino-Jepang Pertama tahun 1895. Pada perang tersebut, Rusia memberikan dukungan militer kepada Kekaisaran Qing di Cina selama konflik itu, yang mengakibatkan dua kekuatan Asia saling beradu satu sama lain.
Dengan sejarah agresi militer Rusia, pada awalnya Jepang ingin mencari kesepakatan dengan menawarkan kendali atas Manchuria, Cina. Sebagai gantinya Jepang akan tetap mempertahankan pengaruhnya atas Korea.

Akan tetapi, Rusia menolak tawaran Jepang dan menuntut Korea utara dari paralel ke-39 difungsikan sebagai zona netral. Setelah negosiasi gagal, Jepang memilih jalan perang dengan melakukan serangan mendadak terhadap angkatan laut Rusia di Port Arthur pada 8 Februari 1904.
Dimulainya Perang Rusia-Jepang


Serangan Angkatan Laut Kekaisaran Jepang terhadap Armada Timur Jauh Rusia di Port Arthur dirancang untuk mengintimidasi pasukan Rusia.
Di bawah kepemimpinan Laksamana Togo Heihachiro, Angkatan Laut Kekaisaran Jepang mengirim kapal torpedo untuk menyerang kapal angkatan laut Rusia. Serangan itu berhasil merusak tiga kapal terbesar Rusia: Tsesarevich, Retvizan, dan Pallada.

Pertempuran berikutnya dari Port Arthur dimulai pada hari berikutnya.
Meskipun sisa Armada Timur Jauh Rusia sebagian besar dilindungi di dalam pelabuhan di Port Arthur, serangan sebelumnya berhasil menghalangi Rusia untuk bertempur di laut terbuka. Jepang juga mencoba melakukan blokade terhadap pelabuhan tetapi gagal. Rusia tidak tinggal diam, mereka mencoba membalas serangan itu menggunakan ranjau. Serangan balasan itu berhasil merusak dua kapal perang Jepang. Kendati demikian Jepang masih menunjukkan dominasi di Port Arthur dan terus membombardir pelabuhan dengan senjata-senjata berat.
Pertempuran Liaoyang
Setelah upaya untuk menyerang benteng Rusia di darat gagal dan malah mengakibatkan korban yang signifikan bagi Jepang, kegigihan kekuatan Asia itu akhirnya membuahkan hasil.
Pada akhir Agustus, pasukan dari Rusia utara yang dikirim untuk membantu armada di Port Arthur dipukul kembali oleh Jepang pada Pertempuran Liaoyang. Serangan Jepang itu dilakukan dari posisi baru yang diperoleh di daratan sekitar pelabuhan. Pada akhir tahun 1904, angkatan laut Jepang telah menenggelamkan setiap kapal di armada Pasifik Rusia dan telah menguasai garnisunnya di sebuah bukit yang menghadap ke pelabuhan.
Pada awal Januari 1905, Mayor Jenderal Rusia Anatoly Stessel, komandan garnisun Port Arthur, memutuskan untuk menyerah karena menganggap pelabuhan tidak lagi layak dipertahankan. Keputusan itu mengejutkan pemimpin kedua belah pihak. Keputusan menyerah Stessel, membuat Jepang mencapai kemenangan yang signifikan dalam perang. Sementara itu, Stessel dihukum karena pengkhianatan dan dijatuhi hukuman mati atas keputusannya, meskipun akhirnya dia diampuni.
Angkatan Laut Rusia juga mengalami kerugian besar selama Pertempuran Laut Kuning, memaksa para pemimpin kekaisaran untuk memobilisasi Armada Baltik mereka ke wilayah tersebut sebagai bala bantuan.
Perang di Manchuria dan Korea
Di saat Rusia terganggu dan terdemoralisasi, pasukan darat Jepang mulai mengendalikan semenanjung Korea setelah mendarat di Incheon Korea Selatan sekarang. Dalam waktu dua bulan, mereka telah mengambil alih Seoul dan seluruh semenanjung. Pada akhir April 1904, pasukan darat Jepang mulai merencanakan serangan terhadap Manchuria yang dikendalikan Rusia di timur laut Cina. Selama pertempuran darat perang pertama di Sungai Yalu, Jepang melancarkan serangan yang sukses melawan Detasemen Timur Rusia dan memaksa mereka mundur kembali ke Port Arthur pada Mei 1904.
Setelah melalui pertempuran yang terputus-putus selama musim dingin Manchuria, pertempuran darat penting berikutnya dalam konflik dimulai pada 20 Februari 1905, ketika pasukan Jepang menyerang Rusia di Mukden. Hari-hari pertempuran yang keras pun terjadi. Pertempuran besar itu melibatkan 330.000 orang pasukan Rusia melawan 270.000 orang pasukan Jepang. Ini merupakan salah satu pertempuran darat terbesar sepanjang sejarah.
Pada Pertempuran Mukden, Jepang berhasil mendesak Rusia dan akhirnya memaksa mereka mundur penuh. Pada 10 Maret, setelah tiga minggu pertempuran, Rusia kehilangan pasukan dalam jumlah yang signifikan dan didorong kembali ke utara Mukden. Kerugian dalam pertempuran ini sangat besar, sekitar 89.000 orang Rusia dan 71.000 pasukan Jepang menjadi korban tewas.


Pertempuran Menentukan di Selat Tsushima
Walaupun Jepang telah mencapai kemenangan penting selama Pertempuran Mukden, di sisi lain mereka juga menderita korban yang signifikan. Bala bantuan Armada Baltik Rusia akhirnya tiba pada Mei 1905, setelah berlayar hampir 20.000 mil laut — sebuah tugas yang luar biasa, terutama pada awal 1900-an — mereka masih menghadapi tantangan yang menakutkan karena harus menavigasi Laut Jepang untuk sampai ke Vladivostok, dengan Port Arthur tidak lagi terbuka untuk mereka.
Untuk menghindari pengintaian Jepang, mereka memilih untuk berlayar di malam hari. Namun, bala bantuan Rusia tetap dapat ditemukan oleh Jepang, setelah sebuah kapal rumah sakit menyalakan lampu mereka di kegelapan. Sekali lagi di bawah komando Laksamana Togo Heihachiro, angkatan laut Jepang berusaha memblokir jalan Rusia ke Vladivostok dan mengakibatkan meletusnya  pertempuran di Selat Tsushima pada 27 Mei 1905.
Pada hari berikutnya, Rusia telah kehilangan delapan kapal perang dan lebih dari 5.000 orang. Hanya tiga kapal yang akhirnya sampai ke tujuan mereka di Vladivostok. Kemenangan yang menentukan ini memaksa Rusia untuk merundingkan kesepakatan damai.





Perjanjian Portsmouth
Pada akhirnya, perang brutal antara Jepang dan Rusia harus memasuki babak akhir. Sekitar 150.000 pasukan menjadi korban jiwa di kedua belah pihak dan sekitar 20.000 warga sipil China juga terbunuh. Banyak dari kematian penduduk sipil ini disebabkan oleh taktik keras orang-orang Rusia di Manchuria. Jurnalis yang meliput perang melaporkan bahwa Rusia menjarah beberapa desa dan memperkosa serta membunuh banyak wanita yang tinggal di sana.
Pertempuran berakhir dengan Perjanjian Portsmouth yang dimediasi oleh Presiden AS Theodore Roosevelt di Portsmouth, New Hampshire, pada (9 Agustus – 5 September 1905. Selama negosiasi berlangsung Rusia diwakili oleh Sergei Witte dan Jepang diwakili oleh Baron Komura.





Meskipun Jepang telah memenangkan perang secara meyakinkan, kemenangan itu membutuhkan biaya besar, sehingga kas negara hampir kosong. Akibatnya, Jepang tidak memiliki kekuatan negosiasi yang bisa diharapkan.
Menurut ketentuan perjanjian yang ditandatangani oleh kedua belah pihak pada 5 September 1905, Rusia menyerahkan Port Arthur kepada Jepang, sementara mempertahankan bagian utara Pulau Sakhalin, yang terletak di lepas pantai Pasifik. Rusia juga setuju untuk meninggalkan Manchuria dan mengakui kontrol Jepang atas semenanjung Korea.
Di sisi finansial Tsar Nicholas menolak membayar ganti rugi ke Jepang. Penolakan Tsar didukung oleh Roosevelt. Akibatnya, Jepang menuduh Amerika telah menipu mereka dan demonstrasi anti-Amerika di Tokyo pun muncul.
Serangkaian kekalahan memalukan Rusia dalam Perang Rusia-Jepang membuat Kekaisaran Rusia kehilangan harga diri serta menambah kebencian rakyat Rusia terhadap pemerintahan Tsar. Kebencian ini nantinya akan mengobarkan api politik yang pada akhirnya menghasilkan penggulingan pemerintah pada Revolusi Bolshevik 1917. Meskipun ketegangan di kawasan itu masih jauh dari selesai, Perang Rusia-Jepang telah menggeser keseimbangan kekuatan global, menandai pertama kalinya dalam sejarah modern bahwa bangsa Asia telah mengalahkan bangsa Eropa dalam pertempuran militer. Perang ini juga akan menandai dimulainya peperangan yang melibatkan kekuatan dunia di kawasan Pasifik.
Perang yang dimenangkan oleh Jepang ini membuat bangsa-bangsa di Asia sadar bahwa sebenarnya mereka tidak kalah kehebatannya dari bangsa-bangsa Eropa atau barat dan juga ‘mematahkan mitos’ bahwa orang Asia lebih inferior dari orang Eropa dan juga bahwasannya orang kulit putih Eropa ‘tidak bisa dikalahkan’.
5. APAKAH DENGAN MENJAJAH INDONESIA TUJUAN JEPANG DAPAT TERWUJUD?
Jawab :
Bukan tanpa alasan Jepang datang dan menjajah Indonesia. Kedatangan mereka ke Indonesia ini tentu sudah ada dalam rencana mereka. Indonesia di nilai lebih menguntungkan untuk di jajah dari pada negara Asia lainnya. Mulai dari wilayah, hasil bumi, masyarakat bahkan dari segi pertahanan dan aspek lainnya. Akan tetapi, atas berkat kuasa Tuhan Yang Maha Esa dan juga berkat tekad masyarakat serta para pahlawan kita dimasa lampau. Sebelum Jepang benar-benar menguasai Indonesia, masyarakat Indonesia sudah lebih dahulu melakukan perlawanan dan berhasil menjatuhkan penjajahan Jepang, bahkan mampu memerdekakan Indonesia.









Historia Pendidikan Indonesia Kaum Pergerakan Nasional

Sejarah/historis adalah keadaan masa lampau dengan segala macam kejadian atau kegiatan yang didasari oleh konsep-konsep tertentu. Sejarah penuh dengan informasi-informasi yang mengandung kejadian, model, konsep, teori, praktik, moral, cita-cita, bentuk dan sebagainya (Pidarta, 2007: 109).

Sejarah (bahasa Yunani: ἱστορία, historia, artinya "mengusut, pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian")[2][3] adalah kajian tentang masa lampau, khususnya bagaimana kaitannya dengan manusia.

Historia Pendidikan Kaum Pergerakan Nasional adalah segala sesuatu yang mengusut pengetahuan atau mempelajari pengetahuan yang terjadi pada masa lampau, yang berkaitan dengan segala kejadian atau kegiatan dan diperoleh melalui penelitian, yang terjadi pada masa Pergerakan Nasional.









1. Sejarah Pendidikan pada Zaman Hindu-Budha

Masuknya kebudayaan Hindu di beberapa daerah di pulau Jawa menjadi titik awal zaman sejarah tulis menulis di Indonesia. Tulisan dengan huruf Pallawa yang berisi sastra, agama, sejarah, etika menjadi sumber pendidikan golongan raja-raja dan bangsawan. Pendidikan mengharuskan anak-anak, pemuda dan orang dewasa mempelajari huruf Pallawa. Zaman pemerintahan Erlangga (990-1049) banyak buku-buku bahasa, sastra, hukum, filsafat diterjemahkan ke bahasa Jawa kuno (Kawi) sehingga lahirlah guru-guru profesional pada zamannya. Seorang guru profesional harus lahir dari kasta Brahmana sedang muridnya bisa terdiri dari kasta Brahmana sendiri sandar 2 kasta di bawahnya, sebab kasta sudra tidak diperkenankan menjadi murid.
56Puncak pendidikan Budha dicapai pada zaman Sriwijaya. Guru terkenal pada zaman Sriwijaya ialah Darmapala dari Nalanda. Tahun 685, I Tsing (seorang Budhis Cina) yang pulang dari India singgah di Sriwijaya menerjemahkan 100 buku agama Budha ke dalam bahasa Cina. Bermula dari hal ini, agama Budha banyak dipelajari orang-orang sehingga akhirnya Budha berkembang di pulau Jawa.


2.    Sejarah Pendidikan pada Zaman Kerajaan Islam

            Pada abad ke-13 Islam masuk ke Indonesia. Kerajaan Islam pertama di Jawa ialah Demak, di Aceh Samudra Pasai, di Sulawesi kerajaan Goa dengan Raja Goa Alaudin dan di daerah Maluku Kesultanan Ternate. Dari kerajaan-kerajaan itulah menjadi pusat penyebaran agama Islam sehingga Islam tersebar ke seluruh nusantara. Bermula dari penyebaran Islam di dalamnya inklusif pendidikan bercorak Islam tradisional dikembangkan. Sebagai pusat perkembangan Islam, para kiai mendirikan pondok pesantren. Dalam pondok pesantren itu para kiai hidup bersama santri memperdalam agama Islam.
            Penyelenggaraan pendidikan agama Islam masih bersifat perorangan. Para kiai membina umat Islam di daerahnya masing-masing dengan mendirikan pondok pesantren. Terkenallah peran Walisanga di Jawa, para syeh Minangkabau dan pada akhirnya berdiri kesultanan-kesultanan sebagai pusat pemerintahan dan pusat penyebaran Islam.
            Tujuan pendidikan Islam pada saat itu adalah mengabdi sepenuhnya kepada Allah sesuai dengan  tuntunan rasul Muhammad SAW ( Al Qur’an dan Sunah). Materi pendidikan yang diberikan para kiai adalah keimanan, ketaqwaan, dan akhlaq. Untuk memperdalam ilmu tauhid diberikan juga Arkanul Iman.
Untuk mencapai tujuan tersebut diberikan program belajar yang meliputi:
1.      membaca Al Qur’an;
2.       ibadat (berwudlu, shalat);
3.      keimanan;
4.       akhlaq.
            Cara belajar saat itu adalah dengan model sorogan dan klasikal. Model sorogan atau individual dilakukan dengan anak santri duduk bersila berhadapan dengan guru gaji untuk membaca Al Qur’an, secara bergantian satu persatu sesuai dengan kemajuannya masing-masing. Demikian pula dalam hal belajar berwudlu, salat seorang santri dibimbing langsung oleh guru. Pendidikan akhlaq diberikan secara klasikal, guru bercerita tentang tarikh nabi, Sabat nabi, sifat-sifat terpuji atau yang tercela dengan materi para tokoh pada zamannya. Lama belajar tidak ditentukan, sangat bergantung pada kemampuan, kerajinan dan kemauan anak. Karena itu belajar tidak dipungut biaya. Hal ini berlangsung sampai masuknya kebudayaan barat.







C. Pendidikan pada Masa Kolonial
Tahun  1596, di bawah pimpinan Cornelis Ed Houtman, Belanda pertama kalinya datang ke Indonesia. Misi kedatangannya adalah berdagang. Dengan menyusuri pantai Jawa, Belanda akhirnya mencapai daerah Timur (Ambon dan sekitarnya). Mereka kembali dengan membawa rempah-rempah yang cukup banyak. Sejak saat itu pedagang Belanda yang datang ke Indonesia semakin ramai. Untuk menghindari persaingan, tahun 1602 Belanda mendirikan VOC (Persatuan Dagang Hindia Timur). Dengan dalih perdagangan inilah, VOC terus memperkuat perdagangannya. Lewat politik yang dilakukannya dengan raja-raja Jawa, VOC sebagai kepanjangan tangan Belanda akhirnya menjadikan Indonesia sebagai daerah jajahan (koloni).
Untuk lebih memperkuat kedudukan, Belanda mendirikan sekolah-sekolah bagi anak-anak Indonesia. Sekolah ini bertujuan menghasilkan pegawai-pegawai rendahan baik untuk pegawai negeri maupun pegawai swasta. Pembukaan sekolah itu didorong oleh kebutuhan praktis berkaitan dengan pekerjaan di berbagai bidang dan kejuruan. Secara umum kecenderungan penyelenggaraan pendidikan kolonial adalah sebagai berikut:
1.    Membiarkan terselenggaranya pendidikan Islam tradisional serta membantu mendirikan beberapa madrasah Islamiah di Nusantara misalnya:
Melanjutkan sistem lama dalam bentuk pengajian Al-qur’an dan Kitab Kuning.
2.    Mendirikan pondok pesantren modern misalnya di Jombang Ponpes Tebuireng, di Ponorogo Ponpes Gontor.
3.     Mendirikan sekolah agama atau madrasah misalnya madrasah adabiah di Aceh, Madrasah maktab Islamiah di Tapanuli medan.
4.    Mendirikan sekolah Zending (misionaris) yang bertujuan menyebarkan agama Kristen untuk orang-orang Belanda dan buni putra. Beberapa sekolah yang didirikan Belanda misalnya:
a.         1607 mendirikan sekolah di Ambon dengan bahasa Melayu dan Belanda.
b.        1622 mendirikan sekolah di Kepulauan Banda lengkap dengan asrama.
c.         1630 mendirikan sekolah Warga Masyarakat di Jakarta untuk tingkat sekolah dasar yang mendidik budi pekerti.
d.        16422 mendirikan sekolah latin (tingkat SMP) di Jakarta.
e.         1745 mendirikan Seminari Theologika untuk mendidik calon pendeta.
f.       1817 mendirikan sekolah dasar Eropa, untuk penduduk Eropa (semua orang Belanda, semua orang yang asalnya dari Eropa, semua orang Jepang). Sekolah dasar ini terus berkembang, pada tahun 1902 menjadi 173 buah.
g.      1860 mendirikan Gymnasium  (sekolah lanjutan) Willem III, merupakan sekolah lanjutan tingkat pertama untuk orang Eropa di Batavia.
h.      1848 atas keputusan Raja mendirikan 20 sekolah dasar Bumiputera di setiap Karesidenan Jawa.
i.        1892 sekolah dasar dibagti menjadi dua kategori, yaitu: sekolah dasar Kelas Pertama ( de schoolen der eerste klasse) untuk golongan Bumiputera (bangsawan & penduduk yang kaya) dan sekolah dasar Kelas Dua (de schoolen der tweede klasse) untuk Bumiputera umum.
j.        1856 mendirikan sekolah guru (kweeksschool) di Surakarta, 1874 di Ambon, 1875 di Probolinggo, 1875 di Banjarmasin, 1876 di Makassar, 1879 di Padang Sidempuan.k.      1851 mendirikan sekolah dokter Jawa dengan lama pendidikan 2 tahun setelah sekolah rakyat 5 tahun.Dari sekolah-sekolah yang didirikan Belanda dapat dilihat beberapa ciri khas, antara lain:
a)      dualistik diskriminatif, yaitu untuk membedakan pendidikan untuk orang Eropa dan Bumiputera.
b)      Sentralistik yaitu pemerintah kolonial Belanda memiliki hak mengatur pendidikan di daerah koloninya.
c)      Tujuannya untuk dapat menghasilkan tamatan yang menjadi warga negara Belanda kelas dua.





Pendidikan pada Masa Pergerakan

Pergerakan nasional lahir karena penderitaan rakyat. Bangsa Indonesia tertinggal di berbagai bidang, termasuk pendidikan. Sebagian rakyat buta huruf, karena tidak semua orang bisa masuk sekolah. Dalam keadaan seperti itu, golongan pelajar yang mendapat kesempatan masuk ke jenjang sekolah yang lebih tinggi saat itu tampil untuk mempelopori dan memimpin pergerakan nasional.

Latar Belakang Sosial Budaya Munculnya Pergerakan Nasional.

Seperti telah di jelaskan pada pembahasan terdahulu bahwa kebijakan pemerintah colonial belanda dalam bidang politi,ekonomi, dan pendidikan sangat merugikan bangsa Indonesia. Pemerasan yang dilakukan belanda terhadap bangsa dan kekayaan Indonesia telah menimbulkan penderitaan/kemiskinan. Stratifikasi social,sistem dualism dan konkordasi dalam bidang pendidikan telah menimbulkan rendahnya kesempatan pendidikan yang di berikan kepada bangsa Indonesia, juga menimbulkan perpecahan dan kebodohan. Pendidikan colonial belanda tidak memungkinkan bangsa Indonesia untuk menjadi cerdas,bebas,bersatu dan merdeka.
   
Bagi bangsa Indonesia berbagai kondisi yang sangat merugikan akibat kebijakan dann praktek- praktek penjajahan terssebut diatas telah menimbulkan rasa senasib sepenanggungan sebagai bangsa yang di jajah sehingga muncul rasa kebangsaan/nasionalisme. Mataram dsb,juga memperkuat rasa harga diri sebagai bangsa yang berdaulat dan merdeka. Bahasa melayu yang merupakan bahasa kesatuan makin menyadarkan bahwa bangsa Indonesia adalah satu bangsa. Selain itu,karna mayritas bangsa Indonesia memeluk agama islam, maka timbul persepsi bahwa belanda adalah kafir.

      Sejak kebangkitan nasional (1908 ) sifat perjuangan rakyat Indonesia dilakukan melalui berbagai partai dan organisasi,baik melalui jalur politik praktis, jalur ekonomi,maupun social budaya, dan khususnya melalui jalur pendidikan.

      Usaha – usaha kaum pergerakan melalui jlur pendidikan demi kemerdekaan dan rintisan kearah pendidikan nasinal tampak jelas. Hampir setiap organisasi pergerakan nasional mencantumkan dan melaksanakan pendidikan dalm anggaran dasar dan/atau dalm program kerjanya.

      Pendidikan.I. Djumuhur dan Danasuparta ( 1976 ) mengemukakan bahwa setelah tahun 1900 usaha – usaha partikelir di bidang penddikan berlangsung dengan sangat giatnya. Dewasa ini lahirlah sekolah – sekolah partikelir ( perguruan nasional ) yang di selenggarakan para perintis kemedekaan. Sekolah – sekolah itu mula – mula bercorak dua:

1.      Sekolah – sekolah yang sesuai haluan politik, seperti yang di selenggarakan oleh: Ki Hajar Dewantara ( Taman siswa ),Dr.Douwes Dekker atau Dr. Setyabudhi ( Ksatrian Institut ), Moch. Sjafei ( INS Kayutanam ) dsb.
2.      Sekolah- sekolah yang sesuai tuntutan agama ( islam ), seperti yang di selenggarakan oleh: Muhammadiyah, nahdatul ulama, Sumatera Tawalib padang panjang, dll

Selain itu, Sebelumnya telah di selenggarakan pula endidikan oleh tokoh – tokoh Wanita seperti R.A Kartini ( di  jepara ) Rd. Dewi Sartika ( di bandung ) Dan Rohana Kudus ( di Sumatera ).






a.      R.A kartini ,Rd. Dewi Sartika , Dan Rohana Kuddus

Sekalipun tinggal daerah yang berjauhan, R.A Kartini, Rd. Dewi Sartika, Dan Rohana kuddus menghadapi Masalah Yang relative sama. Sebab itu, baik R.A kartini , Rd. Dewi Sartika,dan Rohana kudus memiliki cita- cita yang relative sama pula. Mereka masing – masing berupaya memperjuangkan emansipasi kaum wanita demi perbaikan kedudukan dan derajat kaum wanitauntuk mengejar kemajuan melalui upay pendidikan. Upaya upaya pendidikan yang di lakukan mereka adalah :



1.      R.A KARTINI ( 1879 – 1904 )
           Pada tahun 1903 ia membuka “ Sekolah Gadis” di jepara, dan setelah menikah ia membu           kanya lagi di Rembang. Karena usianya yang relative pendek usaha kartini di bidang pendidikan tidak terlalu banyak,namun ia telah banyak memberikan petunjuk jalan, melakukan rintisan pendidikan kaum wanita. Cita – citanya memberikan gambaran perjuangan dan cita – cita kaum wanita Indonesia.
                     
2.      Rd. Dewi Sartika ( 1884 – 1947 )

    Pada tahun 1904 ia mendirikan “sakola istri “ ( sekolah istri ). Murid pertamanya berjumlah 20 orang,makin lama muridmnya bertambah. Pada tahun 1909 sekolah ini melepas lulusanya yang pertama dengan mendapat ijazah.Pada tahun 1912 di 9 kabupaten seluruh pasundan telah di jumpai sekolah semacam sekolah istri dewi sartika.




3.      Rohanna Kuddus (1884-1969)
 
    Rohanna Kuddus di kenal sebagai wanita islami yang taat pada Agamanya,dan sebagimana kedua tokoh diatas dia sangat giat sekali mempelopori emansepasi wanita.Selain sebagai pendidik, Ia pun wartawan wanita pertama di Indonesia.

b.      Budi Utomo
           Pada tahun 1908 Budi Utomo dalam kongresnya yang pertama (3-4 oktober 1908) menugaskan bahwa tujuan perkumpulan itu adalah untuk kemajuan yang selaras untuk negeri dan bangsa Indonesia, terutama dengan memajukan pengajaran, pertanian,perternakan,perdagangan,teknik industry, dan kebudayaan.
c.       Muhammadiyah

     Pada tanggal 18 november 1912 K.H.Ahmad Dahlan mendirikan organisasi perkumpulan Muhammadiya di Yogyakarta. Muhammadiyah dengan berbagai sekolahnya didirikan dalam rangka memberikan pendidikan bagi bangsa Indonesia sesuai dengan kebutuhan bangsa Indonesia sendiri.
   
     Dasar atau asas dan tujuan pendidikan.

Pendidikan Muhammadiyah berasaskan islam dan berpedoman kepada al-qur’an dan hadist.Tujuan pendidikan Muhammadiyah adalah membentuk membentuk manusia muslim berakhlak mulia,cakap,percaya diri dan berhuna bagi msyarakat.
     Penyelenggaraan pendidikan.Untuk mencapai tujuannya Muhammadiyah mendirikan sekolah-sekolah yang tersebar dari sabang sampai marauke di bawah pimpinan majelis pengajaran.Usaha-usaha lain berupa peluasan pengajian-pengajian(dibawah bimbinangan Majelis Tabligh) menyebarkan bacaan-bacaan Agama,mendirikan masjid-masjid madrasah-madarsah,pesantren-pesantren dsb.



d.      Perkumpulan Putri Mardika
   
     Perkumpulan putrid Mardika didirikan untuk peljaran anak-anak perempuan (Odang Muchtar,1976).

e.       Trikoro Dharmo
   
     Pada tahun 1915 didirikan trikoro dharmo dan selanjutnya berdiri diberbagai tempat ditanah air hingga terwujudnya sumpah pemuda pada tahun 1928 mereka bersepakat untuk memperbanyak kesempatan pendidikan dengan membuka sekolah-sekolah sehingga dapat menampung semakin banyak anak Indonesia mempermudah mengikuti pelajaran bagis emua lapisan masyarakat dan agar para pendidik mempunyai perasaan peka sebagai putra Indonesia (HAR. Tilaar,1995).

f.       Perguruan Taman Siswa

     Pada mulanya Ki Hajar Dewantara (1889-1959) bersama teman-temannya berjuang di jalur politik praktis,selanjutnya mulai tahun 1921 perjuangannnya di fokuskan di jalur pendidikan.Hal ini Ia lakukan mengingat departemen pengajarn pemerintah Belanda bersikap diskriminarif mengenai hak dan kewajiban pendidikan bagi bangsa kita.
   




     Dasar atau asas pendidikan.

Pada pembukaan lembaga pengajaran taman siswa (3 juli 1922) Ki Hajar Dewantara mengungkapkan 7 asas pendidikannya yang kemudian di kenal dengan asas taman siswa 1922.

1.      Hak seseorang akan mengatur dirinya sendiri dengan wajib mengingat tertibnya kehidupan umum.Mereka hendaknya dididik melalui “among metode”.
2.      Pengajarn berarti mendidik menjadi manusia yang merdeka batinnya,merdeka pikirannya dan merdeka tenaganya.
3.      Pendidikan hendaknya berasaskan kebudayaan kita sendiri sebagi petunjuk jalan,untuk mencari penghidupan baru yang selaras drngan kodrat kita dan akan memberikan kedamaian dalam hidup kita.
4.      Pendidikan harus diberikan kepada seluruh rakyat umum dari pada mempertinggi pengajaran kalaurdeka  usaha mempertinggi mengurangi tersebarnya pengajaran.
5.      Agar bebas merdeka lahir batin,maka kita harus bekerja menurut kekuatan sendiri.
6.      Agar hidup tetap berdirisendiri maka segala belanja mengenai usaha kita harus dipikul sendiri dengan uang pendapatan sendiri.
7.      Dengan tidak terikat lahir batin serta kesucian hati,berminat kita berikatan dengan sang anak.
                                                   
Tujuan Pendidikan.
Pendidikan yaitu tuntutan dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu,agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahgaiaan yang setinggi-tingginya.

Penyelenggaraan Pendidikan.Berdirinya perguruan nasional Taman Siswa (1922) Dimulai dengan dibukanya sekolah untuk anak-anak dibawah umur 7 tahun yang diberi nama Taman lare atau taman       anak kadang diberi nama penjelasan Froebel  Nasional atau Kindertui.

Metode Pendidikan.Cara atau metode Pendidikannya adalah (emong method)

g.      Kesatria Institut
   
     Ksatria institute didirikan di bandung oleh ernest Francoist Eugene Douwes Dekker ( Multatuli atau setya budhi ). Ia memimpin lembaga ini sejak 1922 – 1940. Dasar penidikannya adalah kebangsaan Indonesia, terutama melalui sejarah kebangsaan.
     Lulusanyan mendapat tempat di perusahaan – perusahaan swasta atau berdiri sendiri. Sampai dengan tahun 1937 perkembangan sekolahnya telah mencapai 9 sekolah yang tersebar di bandung, ciwideuy, dan cianjur 9 odang muchtar, 1976 ).

h.      Nahdatul Ulam ( NU )

     Didirikan di Surabaya pada tanggal 31 januari 1926, yang membangun perkumpulan NU adalah K.H.Hasyim Asy’ari, yang pernah menjadi raisul akbar perkumpulan ini. Sejak 1899 beliau telah membuka pesantren tebu ireng di jombang. Sebelum menjadi partai poitik NU bertujuan : memegang salah satu mazhab imam yang berempa, yaitu : 1. Syafi’I, 2. Maliki, 3. Hanafi, 4. Hambali, dan mengerjakan apa-apa yang menjadikan kemaslahatan untuk agama islam.

i.        INS Kayutanam

     Indonesia netherland school ( INS ) didrikan oleh Muhammad Sjafe’I ( 1895 – 1869 ) pada tanggal 31 Oktober 1996 di kayutanam, Suatera barat. Pada tahun 1950 kepanjangan INS di ubah menjadi Indonesia national school, dan selanjutnya menjadi institute nasional sjafe’I.
     Dasar pendidikan.Yang di kemukakan oeh Ag. Soejono 1979 Sebagai berikut :


1.      Berfikir secara logis atau rasional
2.      Keaktifan atau kegiatan
3.      Pendidikan kemasyarakatan
4.      Memperhatikan bakat anak
5.      Menentang intelektualisme.
Sejalan dengan hal di atas uasaha – usaha yang lainya :
a.      Pendidikan keindahan di perhatikan sungguh – sungguh
b.      Rasa tanggung jawab di kembangkan melalui berbagai keaktifan, agar anak didik berani berdiri sendiri
c.       Perasaan keagamaan di beri kesempatan berkembang luas dan bersih jauh dari kepicikan dan kekolotan.

Tujuan Pendidikan INS.

Tujuan pendidikan INS kayutanam sebagaimana di kemukakan Umar Tirtaraharja dan La Sulo ( 1995 ) adalah sebagai berikut :
1.      Mendidik rakyat kea rah kemerdeaan
2.      Member pendidikan yang sesuai dengan kebutuhaan masyarakat
3.      Mendidik para pemuda agar erguna untuk masyarakat
4.      Menanamkan kepercayaan terhadap diri sendiri dan berani bertanggung jawab
5.      Mengusahakan mandiri dalam pembiayaan

Penyelenggaraan Pendidikan.

Beberapa usaha yang di lakukan ruang pendidik INS  kayutanam dalam bidang pendidikan antara lain menyelenggarakan jenjang pendidikan, seperti ruang rendah  ( tujuh tahun, setara sekolah dasar ). Ruang dewasa ( empat tahun sesudah ruang rendah, setara sekolah menengah ). Dan sebagainya. Di samping itu, INS kayutanam juga menyelenggarakan usaha lain sebagai bagian mencerdaskan kehidupan bangsa, yakni penerbitan sendi ( majalah anak – anak ). Buku bacaan dalam rangka pemberantasan buta huruf atau aksara dan angkadengan judul kunci 13, mencetak buku-buku pelajaran, dan lain – lain ( Soejono 1958:46 ).
j.        Pada bulan juli tahun 1927 dalam pidato pembelaannya Bung Hatta di pengadilan Den Haag mengusulkan supaya ada perbaikan dalam berbagai bidang social, antara lain adalah bidang pembinaan pendidikan nasional.
k.      Kongres pasundan paada tahun 1930 juga menempatkan pendidikan dan pengajaran sebagai salaah satu sarana perjuangannya.
l.        Pada bulan November  dalam kongres ke-26 persatuan guru Indonesia ( PGI ) di Bandung di rumuskan supaya di adakan wajib belajar.pada kongresnya 1938di malang PGI menuntut agar pendidikan dan pengajaran di serahkan ke daerah tetapi di dahului dengan perbaikan keuangan daerah.
Usaha – usaha  rakyat, partai dan organisasi yang berjuag dalam bidang pendidikan. Seperti : Syarikat Islam (SI), perjuangan PNI, berbagai pesantren, dsb.
Selain itu , pada masa ini lahir pula konsepsi dan perintisan sistem pendidikan nasional Indonesia, maksudnya suatu sistempendidikan yang berbeda dengan siste pendidikan colonial belanda (Odang Muchtar, 1976 ). Tiga cirri pendidikan nasional ( pendidikan kaum pergerakan ) pada masa  ini yaitu: 1)  ersifat nasionalis dan sangat anti kolonialis, 2) berdiri sendiri, dan 3) pengakuan terhadap eksistensi perguruan swasta sebagai perwujudan harga diri yang tinggi dan Kebhinekaan masyarakat Indonesia serata pentingnya pengembangan rasa persatuan dan kesatuan masyarakat dan bangsa Indonesia. ( HAR. Tilaar, 1995 ).







3.      Pendidikan Zaman Pendudukan Jepang

Latar Belakang Sosial Budaya.

Kekuasaan pemerintah kolnial belanda berakhir ketika pada tanggal 8 Maret 1942 mereka menyerah kepada militer ken jepang.Selanjutnya bangsa Indonesia di bawah kekuasaan pendudukan militerisme jepang selama hamper 3,5 tahun.

            Jepang menyerbu Indonesia karena kekayaan negeri ini yang sangat besar artinya bagi kelangsungan perang pasifik dan sesuai pula dengan cita – cita politik ekspansinya. Ada 2 kebijakan pemerintah pendudukan militer jepang:

1.      Menghapuskan semua pengaruh barat di Indonesia melalui “pen-jepang-an”
2.      Memobilisasi segala kekuatan dan sumber yang ada untuk mencapai kemenangan perang asia timur raya.

Pendidikan.

Implikasi kekuasaan pemerintahan pendudukan militer jepang dalam bidan pendidikan di Indonesia yaitu :

1.      Tujuan dan isi pendidikan di arahkan demi kepentingan perang asia timur raya.
2.      Hilangnya sistem dualism dalam pendidikan. Sistem pendidikan yang bersifat dualistis membedakan dua jenis seolah untuk anak- anak bansa belanda dan anak – anak bumi putra di hapuskan pada jaman jepang. Sekolah bersifat terbuka untuk seluruh lapisan anak Indonesia. Namun demikian hanya satu jenis sekolah rendah di adakan bagi semua lapisan masyarakat, yaitu : sekolah rakyat 6 tahun  ( kokumin Gakko ). S ekolah desa masih tetap ada dan namanya dig anti menjadi sekolah pertama. Susunan jenjang sekolah menjadi :
a.      Sekolah rakyat 6 tahun ( termasuk sekolah pertama )
b.      Sekolah menengah 3 tahun
c.       Sekolah menengah tinggi 3 tahun
d.      Perguruan Tinggi


3.      Sistem pendidikan menjadi lebih merakyat ( populis ), pada prinsinya terjadi perubahan bahwa sekolah menjadi terbuka bagi semua lapisan masyarakat ( Demokrasi pendidikan ). Bahasa Indonesia pertama kalinya di jadikan bahasa pengantar di sekolah dan di jadikan bahasa ilmiah, di samping tentunya bahasa jepang. Sedangkan bahasa belanda dilarang untuk di gunakan ( HAR. Tilaar, 1995 )

YANG DAPAT DI PELAJARI DARI KEBANGKITAN JEPANG

Setelah kalah perang dunia ke-2 Jepang mengirim orang-orangnya ke seluruh negara maju mulai tahun 1945 hingga sekarang untuk belajar teknik industri secara khusus teknik oko motof dan kurikulum pendidikan di Amerika Serikat, Perancis, Uni Sovyet, Israel, Jerman, dan Italya. Orang-oramg Jepang tatkala itu belajar melalui mengikut sertakan orang-orangnya di berbagai seminar, workshop dan benchmarking (studi banding). Setelah berbulan-bulan dan bertahun-tahun mereka belajar dari negara-negara maju, orang-orang Jepang kembali ke Jepang dan mempresentasikan hasil belajar dan studi banding mereka dihadapan pemerintah. Setelah mereka mempresentasikan hasil belajar dari beberapa negara di dunia, baru mereka merancang dengan cara baru yaitu mereka menggunakan manajemen Kaizen yaitu, “Saya datang, Saya lihat, dan Saya akan buat dari apa yang saya lihat jauh lebih baik dari yang saya lihat.” Di bidang pendidikan Jepang pasti menggunakan manajemen Kaizen salah satunya. Apa yang hebat di Amerika dan seluruh negara maju di dunia langsung Jepang mempelajarinya hari itu juga dan hari itu pula Jepang merancang dan menerapakan kurikulum pendidikan untuk bangsanya.

SETELAH melalui sebuah fase sejarah spektakuler yang menciptakan nasionalisme sektarian, Jepang merasa diri menjadi besar. Lalu, muncul ambisi untuk menguasai dunia. Jepang mendaulat diri sebagai penguasa Asia Timur Raya. Atas motif provokasi, Jepang lalu menyerang Amerika. Di pagi hari, 8 Desember 1941, pesawat dan kapal selama Jepang mengadakan serangan mengejutkan pada Amerika yang kemudian dikenal sebagai Pertempuran Pearl Harbor. Pemboman ini kemudian membawa Amerika ke kancah Perang Dunia II.

Amerika membalas dengan serangan telak, berupa pemboman dua kota penyangga ekonomi Jepang: Hiroshima dan Nagasaki. Dua kota itu hancur, dan Jepang terhenyak lalu mundur teratur. Kaisar Hirohito yang sangat dimuliakan rakyatnya memerintahkan agar perang dihentikan. Bala tentara Dai Nippon yang bersemboyan Asia Timur Raya akhirnya takluk tanpa syarat kepada Sekutu dalam PD II yang menelan korban jutaan orang. Seluruh pasukan yang masih tersisa ditarik kembali.

Namun, akhirnya Jepang mampu bangkit lagi dari keterpurukan yang diciptakan oleh perang. Pertanyaan yang pertama kali terlontar dari Kaisar Jepang ketika mendengar kehancuran dua kota itu, bukanlah tentang jumlah panglima perang atau amunisi yang tersisa. Justru adalah, “berapa guru yang masih ada?â€Â. Jika dirunut ke belakang, sebetulnya kebangkitan Jepang ini memang dipengaruhi satu faktor, yaitu mereka menempatkan ilmu dan pengetahuan dalam posisi penting sejak zaman Restorasi Meiji.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UAS IMALT (Farah Dina)

Name: Farah Dina NIM: 1888203046 Class: 5.1 UAS IMALT  Give your idea/opini for the following point : 1. What is media in teaching? How ma...